Senin, 25 April 2016

Press Release


Earth Focus For The Future
Jakarta, 26 April 2016. Pada minggu lalu diadakan sebuah acara di Universitas Bunda Mulia yaitu Social Science Week dengan tema “Earth Focus for The Future” selama satu minggu dalam rangka memeriahkan Earth Day 2016 yang bertepatan pada 21 April 2016. Dengan tujuan membangun kesadaran setiap orang, diadakan pameran foto dan essay yang bertemakan tentang lingkungan.  Pameran foto dan essay dilaksanakan pada:
Hari: Senin
Tanggal: 18 April 2016
Jam: 08.00 sampai selesai
Tempat: The UBM Plaza (TUPA), Universitas Bunda Mulia
Acara: Pemaparan foto-foto dan essay karya mahasiswa-mahasiswa Ubiversitas Bunda Mulia dalam rangka melestarikan lingkungan serta mengembalikan lingkungan yang telah rusak dengan menyadarkan orang orang untuk lebih bisa peduli dengan lingkungan sekitar.
Untuk keterangan lebih lanjut, kunjungi website kami di www.ubm.ac.id
Atau hubungi:
AlamatJl. Lodan Raya No. 2 Ancol, Jakarta Utara 14430
Telp : (021) 692-9090 - Fax: (021) 690-9712 - Call Center: (021) 690 9090
E-mail: info@ubm.ac.id

Pameran Foto Universitas Bunda Mulia

          Pada awal minggu lalu, tepatnya 18 April 2016, diadakan sebuah acara di Universitas Bunda Mulia yaitu Social Science Week dengan tema “Earth Focus for The Future” selama satu minggu. Acara ini dibuat dalam rangka menyambut Earth Day 2016 yang bertepatan pada 21 April 2016. Dalam acara Social Science Week, Program Studi Ilmu Komunikasi mengadakan pameran foto dan karya tulis yang juga diikuti oleh Mahasiswa program studi Ilmu Komunikasi. Pameran ini terletak di TUPA atau The UBM Plaza, lantai 1 Universitas Bunda Mulia. Banyak yang berdatangan untuk melihat dan penasaran tentang keberadaan pameran foto tersebut.


        Dalam pameran foto dan karya tulis tersebut, kita diperlihatkan pada kepedulian lingkungan yang harus kita tuangkan. Karena sebagian besardari foto yang dipajang adalah dari sisi buruk pada kota kita, Jakarta. Mulai dari orang yang mengais-ngais di tempat pembuangan sampah sampai penggusuran lahanpun ada. Begitu juga dengan karya tulisan yang mengajak kita semua untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan bertindak untuk memperbaiki lingkungan kita yang telah rusak dengan tangan kita sendiri. Kadang hal-hal kecil yang kita lakukan dalam kehidupan justru perlahan-lahan mematikan bumi kita. Seperti tidak mematikan lampu bila tidak terpakai, membiarkan televisi menyala sepanjang hari, dan masih banyak lagi kegiatan yang membuat bumi ini kering. “Tujuan dibuatnya pameran ini adalah supaya bisa menyadarkan orang-orang khususnya mahasiswa UBM untuk sadar betapa pentingnya untuk menjaga lingkungan.” Kata Tannia Negoro, pengurus Pameran Foto.

          Mengubahkan seorang hanya dari sebuah pameran fotopun juga tidak akan cukup. Oleh karena itu diadakan pula karya tulis untuk bisa lebih membangun emsosi jiwa dalam diri orang-orang. “Harapan kami sebenarnya adalah supaya siapapun yang dating bisa merubah pola pikirnya tentang bumi, tempat yang kita tinggali ini untuk bisa merawat dan melestarikan alam yang ada. Bukannya malah menghancurkannya.” Kata Edeline Teja, Panitia Acara Pameran Foto.  “Saya disadarkan akan pentingnya menjaga alam ini. Karna saya sendiripun kadang kurang memperhatikan alam.” Tutur Angel seorang mahasiswi UBM yang ikut mengunjungi pameran foto tersebut.

Senin, 23 November 2015

Berpetualang di Dunia Fantasi




            Dunia Fantasi atau kerap kali dikenal dengan singkatan DuFan ini dikenal dengan banyaknya wahana yang ada didalamnya. Terkenal dari Halilintar sampai dengan Kora-Kora sangatlah digemari oleh semua kalangan dari orang tua sampai anak kecil. Dunia Fantasi yang diresmikan pada 29 Agustus 1985 ini terletak di kompleks Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, Indonesia. Dunia Fantasi memiliki maskot berupa kera bekantan yang diberinama Dufan. Kera bekantan menjadi maskot Dufan karena untuk mengingat bahwa kawasan Ancol adalah kawasan kera. Akses menuju Dufan cukup mudah karena cukup strategis. Bisa menggunakan angkot m15, Transjakarta, jika menggunakan mobil aksesnya cukup mudah karena pintu masuk Taman Impian Jaya Ancol dekat dengan tol. Saya lebih memilih dengan motor karena lebih cepat mengitari padatnya Jakarta. Masuk kompleks Taman Impian Jaya Ancol, lalu membayar biaya masuk sekitar enam puluh ribu rupiah dan mengambil karcis masuk, setelah itu tinggal lurus maka akan terlihat Dunia Fantasi. Membayar tarif normal untuk tiket masuk DuFan adalah Rp. 250.000,- pada hari libur jika hari biasa hanya Rp. 180.000,-. 
Hasil gambar untuk taman impian jaya ancol 
            Masuk dari pintu masuk, kita akan melewati lorong teras yang diiringi dengan musik khas Dufan. Setelah itu kita akan disambut dengan patung Dufan yang besar yang biasa dimanfaatkan oleh pengunjung untuk berfoto foto. Puas berfoto foto kita akan lewat pintu masuk untuk di cap yang disahkan untuk menandakan bahwa kita menjadi pengunjung resmi Dufan.

Hasil gambar untuk taman impian jaya ancol 


Saat kita masuk akan terlihat wahana pertama kali yaitu Turangga-Rangga. Lebih dikenal sebagai KomidiPutar. Bagusnya dinikmati saat malam hari karena nyala lampu terang yang ada di dalam sangatlah indah. Sambil menunggangi kuda-kudaan atau cukup untuk duduk di bangku sambil berputar putar. Setelah itu ada bianglala, sebuah kincir besar yang bisa dinaiki seperti semacam gazebo yang digantung.Ketinggiannya cukup tinggi hingga dapat melihat kawasan Jakarta dariatas. Jika sore hari kita dapat melihat matahari terbenam dari atas. Selanjutnya ada Kora-Kora yaitu berbentuk seperti kapal namun tak ada airnya. Berayun kedepan kebelakang menumbuhkan sensasi kapal yang terombang ambing. Ada juga wahana Hysteria  yang berupa dua tiang tinggi yang diberi tempat duduk lalu akan dilempar keatas kebawah setelah kita diberi aba aba. Saya cukup "ngilu" karena saya agak takut akan ketinggian. Tetapi saya sangat suka pemandangan di atas walau hanya beberapa detik tapi saya sangat menikmatinya. Selanjutnya ada istana boneka yang letaknya tidak jauh dari Hysteria. Bentuknya seperti istana sungguhan dengan jembatan untuk mengantri. Nantinya pengunjung akan mengendarai perahu untuk masuk ke dalam istana boneka tersebut. Saat berada di dalam istana boneka, pengunjung akan melihat berbagai boneka bergerak dengan pakaian dan budaya nusantara Indonesia diiringi lagu khas atau jingle dari istana boneka tersebut. Di akhir perjalanan, akan terlihat boneka boneka yang ada seperti mengucapkan selamat tinggal dan kita akan kembali ke bagian luar istana boneka. Ada pula wahana rumah miring yang didalamnya terdapat sensasi seperti kita berada di rumah yang miring padahal rumah tersebut posisinya rata sesuai dengan tanah.

Sesaat setelah menikmati wahana yang ada, apabila kita lapar kita bisa menikmati makanan yang ada dengan mengunjungi restoran atau food court yang ada. Mungkin juga untuk beristirahat sejenak karena banyak spot untuk duduk santai serta melegakan kaki seperti ada padepokan di pinggir danau juga tempat duduk di bawah pohon yang rindang. Namun apabila anda tetap ingin bermain tetapi sambil santai pula, bisa juga bermain bebek air di sekitar danau Dunia Fantasi.

              Masih banyak permainan lain seperti Halilintar, Arum Jeram, Ice Age, happy Feet dan masih banyak lagi. Dunia Fantasi memang sebuah tempat wisata wajib yang harus dikunjungi oleh semua orang. Penasaran? Kunjungi sendiri dan rasakan sendiri petualanganmu!

Senin, 26 Oktober 2015

Kaitan Kode Etik Jurnalistik dengan "Pinocchio"


Serial Drama Korea “Pinocchio”

          Bercerita tentang kehidupan wartawan/jurnalis di sebuah perusahaan penyiaran. Selayaknya seorang wartawan, para wartawan ini juga bertugas untuk mencari fakta atau informasi yang bertujuan untuk menacri sebuah kebenaran. Tetapi ada yang menarik dari para wartawan ini, ialah Park Shin Hye yang dalam film ini berperan sebagai Choi In Ha ternyata memiliki kelainan yang unik. Choi In Ha memiliki "Sindrom Pinocchio" yang mana jika ia bebohong maka ia akan mengalami cegukan yang keras. Lain halnya dengan Choi Dal Po (Lee Jong Suk) yang merupakan wartawan baru yang belum berpengalaman. Mekipun memiliki paras yang tampan namun pria satu ini sangat buruk dalam hal berpenampilan. Tak heran jika Choi Dal Po banyak diremehkan orang lain mekipun sebenarnya dia adalah orang yang sangat pandai berbicara.
          Keterkaitannya dengan Kode Etik Jurnalistik adalah bagaimana cara wartawan dalam mencari berita karena terlalu memaksa dan menekan pihak korban untuk terus menjawab pertanyaan yang sensitif serta bisa memicu keributan orang orang disekitarnya. Karena rumah Ha-Myung dan keluarganya dekat dengan rumah korban yang lain, sehingga setiap sang wartawan meliput berita tentang kasus tersebut, orang-orang yang berada dekat rumahnya langsung berkerumun. Hal tersebut menimbulkan depresi yang sangat tinggi terhadap ibu Ha-Myung yang menyebabkan ibu Ha-Myung mengikutsertakan Ha-Myung untuk bunuh diri, meninggalkan Ki Ja-Myung yang dikira telah kabur oleh keluarganya. Kejadian tersebut berlangsung menjadi sebuah kepahitan dan dendam yang terpendam dalam diri Ha-Myung dan Jae-Myung.
          Karena itu, kode etik jurnalistik perlu di realisasikan karena bias berdampak buruk jika kita menanyakan sesuatu yang menyinggung apalagi saat kita mewawancarai orang lain saat live dan disaksikan oleh banyak orang. Karena media bisa membentuk opini publik serta mengontrol publik untuk mempercayai suatu berita.